NONTON BERSAMA DAN REFLEKSI FILM “SEASPIRACY”

 


Sebuah wawasan atau ilmu pengetahuan sudah semestinya dimiliki bagi setiap individu khususnya mahasiswa agar mampu bersikap bijak dalam setiap permasalahan yang dihadap, karena sejatinya kehidupan manusia tidak luput dari masalah. Untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, menambah wawasan, dan menciptakan rasa persaudaraan, rasa persatuan dan kesatuan antar mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam pada khususnya dan antar mahasiswa dengan masyarakat pada umumnya. Kami merasa perlu diadakannya bentuk kegiatan nonton bersama dan refleksi film Seaspirasy sebagai bentuk usaha untuk meningkatkan wawasan terhadap kemajuan jaman dan peradabannya serta tuntutan manusianya.

Dalam film Seaspiracy mengajak para penonton agar mudah tergerak pada kepedulian lingkungan, terutama pada ekosistem laut dan terhadap spesies laut. Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini terjalin persaudaraan dan kepedulian didalam pengaplikasikan teori atau simulasi yang didapat dari kegiatan Nobar dan refleksi film ini. Akhirnya dengan harapan dan ridho dari Allah SWT, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan baik dan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dibalik refleksi film Seaspiracy yang banyak kebermanfaatan untuk diambil hikmahnya, terdapat juga maksud lain seperti adanya penerapan promosi film. Namun, dengan hal yang demikin mengarahkan para penonton untuk tergerak agar mempelajari ekonomi politik sehingga dapat memahami film tersebut. Tindakan manusia keji saat memperlakukan hewan seperti Lumba-lumba, Hiu, Paus, dan Ikan laut lainnya menyimpan pesan tersirat bahwa terjadi kapitalisme (sistem bergerak) untuk meraih kepuasan bagi diri manusia, membongkar eksploitatif dalam overfishing dalam skala besar dan secara tidak langsung seperti mengamini pasar bebas.

Solusi yang diberikan masih bersifat etis dan belum menjurus pada sistem karena film ini seperti menekankan pada peduli hidupnya karang laut daripada ikan dan para nelayan. Masalah lain dalam film Seaspiracy ini juga tidak terlepas dari sampah yang berada di bibir pantai. Hal tersebut membuktikan bahwa memang solusinya masih bersifat etis karena film tersebut tidak menunjukkan tata kelola sampah atau pengolahan sampah.



Notulen Divisi Keilmuan

Cirebon, 09 Agustus 2021, 15.29


Penulis : Aenul Lafifah

Komentar

Postingan Populer