PEKAN LITERASI 2020.

 


 Apa itu Pekan Literasi?

Pekan literasi merupakan sebuah acara yang rutin di selenggarakan oleh jurusan Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon setiap tahunnya. Pada tahun ini, acara dilaksanakan pada 16-29 Desember 2020 melalui system daring atau online.  Hal tersebut dikarenakan masih berjalannya new normal pasca wabah covid-19 yang mengharuskan penyelenggaraan nya dilakukan dengan sistem online yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid 19.

Tentuya hal tersebut menjadi tantangan bagi panitia, peserta, dan semua pihak yang berkaitan. Bukan mudah memang, jika kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan dirumah. Namun, dengan kerjasama dari berbagai pihak, acara pekan literasi tahun 2020 ini berjalan dengan lancar. Alhamdulillah.

Lalu, kegiatan apa saja yang diselenggarakan di pekan literasi ini?

Pada tahun ini, ada beberapa rangkaian acara yang diselenggarakan, dimulai dari perlombaan-perlombaan sampai dengan bedah buku dan bedah film. Beberapa mata lomba yang diselenggarakan yaitu lomba musikalisasi puisi dan lomba essay. Adapun pemenang dari lomba-lomba tersebut yaitu:

1.      Essay

·         Juara 1: Rima Iqrima dengan perolehan poin 457

·         Juara 2: Mukhamad Adnil Fisal dengan perolehan poin 424

·         Juara 3: Haerul Jamal dengan perolehan poin 420

2.      Musikalisasi Puisi

·         Juara 1: Idzatusshofia dengan perolehan nilai 83, 5

·         Juara 2: Linatuzzakiyah dengan perolehan nilai 81,3

·         Juara 3: Yusi Nursyamsiah dengan perolehan nilai 79,5

Selain kedua mata lomba tersebut, ada kegiatan bedah buku dan bedah film. 


 

Pada acara bedah buku yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta ini (kuota yang terbatas menjadikan banyak peserta yang ingin mengikuti tidak mendapatkan kesempatan bergabung), HIMAPMI mengundang Asma Nadia (penulis best seller) sebagai pemateri dengan membedah karya nya yang berjudul “Nikah Tanpa Pacaran” dengan melibatkan tiga media partner yaitu Cirebon Event, Ruang Visioner, dan Besok Senin. Dalam bedah buku ini, bukan hanya tentang hikmah dan pelajaran didalam buku tersebut yang disampaikan, melainkan beberapa pelajaran hidup dan juga perjalanan kehidupan mba Asma Nadia dari kecil yang mempunyai mimpi yang berawal dari tempelan pintu kulkas sampai hari ini, namanya sudah harum dan dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia terkhusus pecinta buku-buku yang beliau tulis.


 

Selanjutnya yaitu bedah film “Sexy Killer” bersama kak Wahyudin Iwank yang merupakan Manager Advokasi dan Kampanye WALHI Jabar. Selain bekerjasama dengan tiga media sebelumnya, bedah film ini juga di support oleh WALHI dan KARBON (Koalisi Rakyat Bersihkan Cirebon). Bersama kak Wahyudin ini, para peserta yang diperkirakan kurang lebih 80 orang ini mengupas tuntas tentang isi dari film “sexy killer” yang mengisahkan tentang suara hati masyarakat yang tinggal di sekitar tempat penambangan batu bara.

Demikian beberapa rangkain kegiatan yang diselenggarakan pada acara pekan literasi HIMAPMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Komentar

Postingan Populer